Thursday, May 28, 2020

Syarat Penunjang Kenaikan Pangkat Kesatuan TNI AD Kodim 0718 Pati

Syarat Penunjang Kenaikan Pangkat Kesatuan TNI AD Kodim 0718 Pati

Sentralpatinews.com
Pati - Kodim Pati- Memiliki fisik yang prima serta konduite yang baik merupakan modal dasar yang harus dimiliki setiap prajurit TNI AD sebagai persyaratan penunjang kenaikan pangkat. Ini juga berlaku bagi para prajurit TNI AD yang sudah berdinas di kesatuan teritorial seperti di Kodim 0718/Pati dan Dinas Jawatan TNI AD di wilayah Kabupaten Pati.


 Untuk mengetahui kemampuan serta ketahanan fisik para prajurit selama pembinaan yang dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan. Kodim 0718/Pati menyelenggarakan kegiatan tes kesamaptaan Jasmani Periodik I Ta. 2020 yang telah digelar selama dua hari yakni mulai hari Rabu (27/5) dan hari Kamis, (28/5/2020).


Kesamaptaan periodik ini diperuntukkan bagi seluruh prajurit Kodim Pati dan Dinas Jawatan TNI AD yang berada di Kabupaten Pati sekaligus bagi prajurit yang diusulkan naik pangkat (UKP) periode 01 Oktober 2020.


Sebanyak 507 personel Prajurit terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama telah mengikuti kesamaptaan periodik tersebut, sedangkan personel yang mengikuti tes kesamaptaan untuk Usul Kenaikan Pangkat (UKP) sebanyak 49 orang yang terdiri dari 45 orang anggota Kodim Pati dan 4 personel anggota Dinas Jawatan TNI AD.

Kapten Arh Dian Dwi Putra Perwira seksi Personel Kodim 0718/Pati sebagai Komandan Latihan dalam arahannya hari rabu (27/5) kemarin menyampaikan bahwa tes kesamaptaan jasmani periode I Ta.2020 ini dilaksanakan selama dua hari. Kesamaptaan Jasmani ini merupakan kegiatan periodik yang secara rutin digelar selama kurun waktu enam bulan sekali untuk memelihara kemampuan jasmani personel kodim 0718/Pati,  sekaligus bagi prajurit yang diusulkan kenaikan pangkat (UKP) periode 01 Oktober 2020.


“Kepada rekan-rekan prajurit yang akan mengikuti tes Kesamaptaan dalam rangka UKP maupun periodik I tahun 2020, saya berharap laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat namun jangan lupa jaga faktor keamanan, dan bagi personel yang mempunyai keluhan mengenai kesehatan dapat berkonsultasi kepada petugas kesehatan lapangan agar diadakan pemeriksaan lebih lanjut ”
“Saya mengingatkan, bagi personel yang diusulkan naik pangkat, selain konduite yang baik, hasil dari tes kesamaptaan dan ketangkasan renang merupakan syarat mutlak yang harus dicapai dengan standar lulus minimum (Passing grade) nilai 51,”kata Dian.
Sementara itu dalam evaluasi pelaksanaan kesemaptaan periode I dan UKP yang dilaksanakan selama dua hari, kapten Arh Dian menyampaikan bahwa secara keseluruhan berjalan dengan baik, aman dan lancar,  “Terima kasih kepada para pendukung dan peserta atas kinerjanya dalam penyelenggaraan tes kesamaptaan jasmani kritik saran yang membangun kami perlukan guna lebih sempurnannya kegiatan kesamaptaan yang akan datang”.

    ( Luky SPn / Snpt/Pendim )

Saturday, May 23, 2020

Jelang H-1 Idul Fitri, Gugus Tugas Lakukan Rapid Tes Acak di 3 Pusat Perbelanjaan


Jelang H-1 Idul Fitri, Gugus Tugas Lakukan Rapid Tes Acak di 3 Pusat Perbelanjaan 
foto Bupati Haryanto selaku Ket Gugus bersama Tim lakukan Monetor di tiga  pusat perbelanjaan
Sentralpatinews.com
Pati - Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid – 19 menggelar random rapid test atau rapid tes acak di 3 pusat perbelanjaan, yaitu ADA, Luwes dan Surya Baru, Sabtu (23/5).

Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid – 19 mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan random rapid tes ini agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran wabah corona.

"Di ADA sebanyak 42 yang disampel hasilnya non reaktif, kemudian Luwes ada sebanyak 51 sampel hasilnya non reaktif dan Surya Baru sebanyak 25 kasir, karyawan dan pengunjung non reaktif”, ungkap Bupati yang ditemui usai random rapid tes.


Rapid test ini dimaksudkan Gugus Tugas agar  dapat berkunjung dengan kondisi sehat. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi bila ada kasir yang terkena covid-19.

Bahkan di ADA, lanjut Bupati, terdapat 9 kasir serta manajemennya juga telah melakukan rapid tes dan semuanya non reaktif.

"Saya berpesan apabila masyarakat berkunjung ke swalayan, agar selalu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan manakala dibutuhkan," imbaunya.

Usai meninjau rapid test random, Bupati memberikan update data terbaru penanganan Covid – 19 di Kabupaten Pati. Ia membenarkan bahwa di website covid19.patikab.go.id dalam peta Kabupaten Pati, terdapat 1 zona merah di Kecamatan Pati.


Bupati mengungkapkan satu PDP positif berasal dari Kecamatan Pati. Untuk 2 OTG, masih menjalani karantina.
"Untuk PDP yang dirawat ada 7 orang. Sedangkan ODP yang masih dipantau ada 71 orang dan jumlah pemudik saat ini berjumlah 22.579 orang," jelas Bupati.

Untuk itu ia meminta masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi di hari raya Idul Fitri, Bupati meminta masyarakat untuk tidak berkerumun. Terutama bagi pemudik yang masih menjalani isolasi mandiri, tidak diperbolehkan keluar rumah.

"Untuk sholat Idul Fitri, masyarakat dapat melaksanakan di rumah masing- masing bersama keluarga. Namun bagi takmir masjid yang menyelenggarakan sholat Idul Fitri berjamaah, harus benar- benar memperhatikan protokol kesehatan serta tidak menyelenggarakan silahturahmi yang mengumpulkan banyak orang," tandasnya

  ( Luky SPn / po3/PO/MK )

Thursday, May 21, 2020

Bupati Pati Haryanto Luncurkan BLT APBD Kabupaten Pati



Bupati Pati Haryanto Luncurkan BLT APBD Kabupaten Pati
 
foto Bupati Haryanto serahkan BLT pada masyarakat terdampak Covid-19
Sentralpatinews.com
Pati - Launching/Peluncuran Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah daerah dilaksanakan Bupati di Balai Desa Blaru Kecamatan Pati, pada Kamis (20/5).

Hadir pula dalam kegiatan itu, Dandim 0718/Pati, Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP, Kapolsek Pati, Danramil Pati, perwakilan Bank Jateng dan Kepala Desa beserta penerima manfaat.

"Jadi memang masyarakat yang terdampak Covid-19 di luar penerima program PKH, BNPT, dan BST dari pemerintah pusat akan menerima program bantuan BLT dari pemerintah daerah atau BLT dari dana desa", jelasnya.

Bantuan BLT alokasi Dana Desa dan BLT APBD ini, menurut Bupati, diperuntukkan kepada orang tidak mampu yang terdampak langsung Covid-19, orang miskin yang tidak dapat bantuan BPNT, PKH dan BST, serta orang yang sakit parah menahun dan juga orang Lansia.
 
foto Bupati Haryanto didampingi Kepala Dinsos sampaikan pesan pada warga Yang Dapat bantuan  BLT
Dalam kesempatan itu, Haryanto berpesan bagi warga yang telah mendapat program bantuan BLT dari pemerintah daerah nantinya juga tidak iri ketika ada warga lain yang menerima pembagian BLT dari pemerintah desa. "Sebab BLT dari dana desa diperuntukan bagi warga terdampak covid di luar penerima program PKH, BNPT, dan BLT pemerintah daerah. Tujuannya tentu saja adalah agar tidak tumpang tindih dan bisa lebih merata serta tepat sasaran", imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati menuturkan bahwa belum semua bantuan bisa dibagikan sebelum lebaran. "Untuk selebihnya nanti akan kita berikan bisa jadi setelah lebaran tetapi bisa dipastikan bagi yang tercatat pasti akan mendapat program bantuan ini", imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Soebawi melaporkan bahwa untuk jaring pengaman sosial penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, penerima bantuan BLT dari pemerintah daerah tahap I bulan April terdiri atas 611 kepala keluarga yang berada di Kabupaten Pati serta 54 kepala keluarga be-KTP Pati yang tidak mudik, yang masih ada di perantauan.

"Bantuan langsung tunai dari kabupaten sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan sedangkan untuk keluarga yang merantau, dari Pemkab memberikan bantuan Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan", jelasnya.
foto Bupati secara simbolis serahkan bantuan BLT
Secara simbolis Bupati kemudian menyerahkan program  BLT dari APBD Kabupaten Pati kepada perwakilan penerima manfaat di Desa Blaru.
   (Luky SPn / fn2 /FN /MK)

Bupati Pati Haryanto Serahkan Bantuan Untuk Penyandang Disabilitas Mental



Bupati Pati Haryanto Serahkan Bantuan Untuk Penyandang Disabilitas Mental
Foto Bupati Pati didampingi Kepala BRSPDM serahkan bantuan pada Penyandang Disabilitas Mental

Sentralpatinews.com
Pati - Tepatnya di Aula BRSPDM yang terletak di desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Pati Rabu pagi ( 20/5 ) Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan ,Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana , Subawi bersama Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM)Margo Laras Pati , Jiwaningsih , Camat Margorejo Sudarto  menyerahkan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas mental .
 
foto Sambutan Bupati Pati
Bupati mengatakan bahwa pemberian bantuan tersebut memiliki tujuan yang baik lantaran merupakan salah satu upaya untuk tidak membeda - bedakan sesama.

"Dari Kementerian Sosial tidak hanya memberikan BST saja, namun juga memberikan bantuan sembako", ujarnya.

Bupati mewakili warga penerima manfaat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan.
 
foto Camat Margorejo Sudarto serahkan bantuan pada penyandang Disabilitas mental
Ia menyebut bahwa meskipun nilai bantuannya tak seberapa, namun diharapkan dapat sedikit membantu mereka yang membutuhkan.

"Tujuannya ialah membantu, terlebih mendekati hari lebaran", ucapnya.

Bupati pun mendoakan agar  niat baik dan tulus tersebut, dapat menjadikan amal yang baik pula. "Sehingga dengan demikian, rakyat pun menjadi senang", imbuhnya.
 
foto Kepala BRSPDM Jiwaningsih saat wawancara dengan awak media
Sementara itu, Kepala BRSPDM Jiwaningsih menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran tersebut memang dikhususkan bagi penyandang disabilitas. Terlebih bahwa di Kabupaten Pati memang jumlahnya yang tidak sedikit, yaitu sebanyak 892.
  
"Kami dapat porsi 1.181, dan kita yang di Pati ambil 500 porsi untuk mereka yang benar - benar membutuhkan. Diantaranya adalah, mereka yang menyandang disabilitas, miskin dan terdampak Covid - 19", ujarnya.

Jiwaningsih pun menegaskan bahwa, dengan kondisi mereka yang memiliki kekurangan, menjadi salah satu faktor disalurkannya bantuan tersebut.

"Sedangkan sisa dari 500 porsi tersebut, akan kita sebar di kabupaten lain selain di Kabupaten Pati", imbuhnya.

Dengan mewabahnya Covid-19, ia pun mengimbau kepada para penyandang disabilitas, agar mereka tetap tinggal di rumah.
 
foto Kepala Dinas Sosial Subawi serahkan bantuan sosial pada penyandang Disabilitas Mental
"Selain itu juga harus menjaga kesehatan dan tetap didampingi. Dan jangan lupa untuk minum obat", pesan Jiwaningsih.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap kondisi mereka.

"Untuk itu, keluarga agar selalu mendampingi. Mendampingi untuk tidak kemana - mana, mendampingi minum obat, serta mendampingi menjaga kesehatan", pungkasnya.  ( Luky SPn  )

Tuesday, May 19, 2020

Bupati Pati Haryanto Kerja Bareng Bersama Grab Luncurkan Sistem Pasar Rakyat Online


Bupati Pati Haryanto Kerja Bareng Bersama Grab Luncurkan Sistem Pasar Rakyat Online
 
foto Bupati Pati bersama Forkopimda berada di Pasar Puri
Sentralpatinews.com
Pati - Bertempat di halaman Pasar Puri Pati, tepatnya sore tadi selasa  (19/5), Bupati Pati Haryanto me-launching Pasar Rakyat Online bekerjasama dengan Grab.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Saiful Arifin Arifin (Safin), Dandim 0718/Pati, Kapolres Pati, DPRD Pati dan para pimpinan OPD terkait.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diperlukan  penataan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah. Artinya, dalam berjualan, pedagang perlu menjaga jarak satu dengan yang lain sehingga tidak menjadikan kerumunan massa", terang Bupati.

Tujuannya, lanjut Haryanto, ialah untuk menyelamatkan warga Kabupaten Pati.
Foto Bupati Pati bersama rombongan saat berdialog dengan kaum pedagang Pasar Puri

"Saya bersama Pak Dandim, Pak Kapolres, dan Pak Wakil Bupati hampir tiap hari tiada henti-hentinya menyampaikan semacam ini  tujuannya adalah agar warga Pati selamat dan sehat", tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu, ia juga masih mengutarakan keprihatinannya terkait kebakaran yang melanda Pasar Grosir Brambang Porda Juwana beberapa waktu lalu.

"Kami prihatin karena itu sebentar lagi akan kita bangun pasar darurat agar pedagang tetap bisa jualan. Tujuannya adalah agar ekonomi tetap jalan, karena kita belum tahu  Covid-19 ini berakhir kapan", ujar Bupati.

Karena itu, Haryanto meminta masyarakat agar tetap berhati-hati. "Diawali dengan menjaga kebersihan diri yaitu harus menerapkan pola hidup sehat. Itulah mengapa di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Pati juga kami berikan tempat cuci tangan portable, yang kalau dijumlahkan totalnya ada puluhan. Nah pengunjung mustinya juga harus pakai masker semua", imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa akan ada pembagian sekitar 25 ribu masker secara bertahap. "Semua itu kerjasama dengan UMKM Kabupaten Pati. Sebab UMKM Kabupaten Pati dilibatkan dalam pembuatan masker yang bekerjasama dengan Pak Gubernur. Itu kita nomor dua se - Jawa Tengah. Sekian puluh ribu pekerjaan pembuatan masker itu diberikan untuk memberikan pekerjaan bagi UMKM di masa pandemi", lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung soal kepulangan buruh migran dari luar negeri. "Semua sudah kami rapid test. Dan alhamdulillah semua negatif tapi tetap kami minta untuk isolasi mandiri hingga 14 hari",imbuhnya.

Terkait pasar rakyat online yang kerjasama dengan Grab, menurut Bupati hal itu bertujuan untuk memudahkan para pembeli dan pedagang.

"Jadi tidak hanya swalayan saja yang menggunakan Grab", jelasnya.

Lalu kepada Kepala Pasar Puri, Bupati dalam kesempatan itu juga memberitahukan bahwa di pasar tersebut sudah disiapsiagakan pula mobil pemadam kebakaran. "Kemudian di Juwana ada 1 Damkar, Tayu 1 Damkar dan Kayen 1 Damkar guna memudahkan kalau mendadak terjadi kebakaran", imbuhnya.

Sementara itu, guna menghindari konsleting listrik, Haryanto pun mewanti-wanti Kepala Pasar untuk tak bosan mengingatkan agar para penjual disiplin mengecek listrik sebelum pulang berdagang.

Berkenaan dengan hal itu, Bupati juga berharap semuanya bisa saling membantu dan bekerjasama dalam upaya pencegahan kebakaran.

"Kemudian saya ucapkan terima kasih juga pada Grab yang telah membantu pedagang. Setidaknya kini belanja online grab tak hanya di swalayan saja", jelas Bupati.

Menanggapi hal itu Citylead Kudus Raya Grab Ardian Guritno mengatakan bahwa agenda hari ini adalah peluncuran pasar rakyat online  di Kabupaten Pati menggunakan layanan grab asisten.

"Jadi kami informasikan grab asisten di sini adalah kita akan menjembatani kebutuhan antara masyarakat dengan pedagang pasar tradisional. Dan harapan kami di situasi pandemi Covid-19, perekonomian kabupaten Pati dari sisi pedagang dapat terbantu, tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing sehingga tidak terjadi kerumunan", terangnya.

Ia pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dan segera hilang dari Kabupaten Pati.  ( Luky SPn / fn3/FN /MK )

Gandeng Grab, Bupati Pati Luncurkan Pasar Rakyat Online


Gandeng Grab, Bupati Pati Luncurkan Pasar Rakyat Online 


Sentralpatinews
Sel(19/05/20)

Pati-Bertempat di halaman Pasar Puri Pati, sore tadi (19/5), Bupati Pati Haryanto me-launching Pasar Rakyat Online bekerjasama dengan Grab. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Saiful Arifin Arifin (Safin), Dandim 0718/Pati, Kapolres Pati, DPRD Pati dan para pimpinan OPD terkait.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diperlukan  penataan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah. Artinya, dalam berjualan, pedagang perlu menjaga jarak satu dengan yang lain sehingga tidak menjadikan kerumunan massa", terang Bupati. 

Tujuannya, lanjut Haryanto, ialah untuk menyelamatkan warga Kabupaten Pati. 

"Saya bersama Pak Dandim, Pak Kapolres, dan Pak Wakil Bupati hampir tiap hari tiada henti-hentinya menyampaikan semacam ini  tujuannya adalah agar warga Pati selamat dan sehat", tegas Bupati. 

Dalam kesempatan itu, ia juga masih mengutarakan keprihatinannya terkait kebakaran yang melanda Pasar Grosir Brambang Porda Juwana beberapa waktu lalu. 

"Kami prihatin karena itu sebentar lagi akan kita bangun pasar darurat agar pedagang tetap bisa jualan. Tujuannya adalah agar ekonomi tetap jalan, karena kita belum tahu  Covid-19 ini berakhir kapan", ujar Bupati. 

Karena itu, Haryanto meminta masyarakat agar tetap berhati-hati. "Diawali dengan menjaga kebersihan diri yaitu harus menerapkan pola hidup sehat. Itulah mengapa di sejumlah pasar rakyat di Kabupaten Pati juga kami berikan tempat cuci tangan portable, yang kalau dijumlahkan totalnya ada puluhan. Nah pengunjung mustinya juga harus pakai masker semua", imbuhnya. 

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa akan ada pembagian sekitar 25 ribu masker secara bertahap. "Semua itu kerjasama dengan UMKM Kabupaten Pati. Sebab UMKM Kabupaten Pati dilibatkan dalam pembuatan masker yang bekerjasama dengan Pak Gubernur. Itu kita nomor dua se - Jawa Tengah. Sekian puluh ribu pekerjaan pembuatan masker itu diberikan untuk memberikan pekerjaan bagi UMKM di masa pandemi", lanjutnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung soal kepulangan buruh migran dari luar negeri. "Semua sudah kami rapid test. Dan alhamdulillah semua negatif tapi tetap kami minta untuk isolasi mandiri hingga 14 hari",imbuhnya. 

Terkait pasar rakyat online yang kerjasama dengan Grab, menurut Bupati hal itu bertujuan untuk memudahkan para pembeli dan pedagang. 

"Jadi tidak hanya swalayan saja yang menggunakan Grab", jelasnya. 

Lalu kepada Kepala Pasar Puri, Bupati dalam kesempatan itu juga memberitahukan bahwa di pasar tersebut sudah disiapsiagakan pula mobil pemadam kebakaran. "Kemudian di Juwana ada 1 Damkar, Tayu 1 Damkar dan Kayen 1 Damkar guna memudahkan kalau mendadak terjadi kebakaran", imbuhnya. 

Sementara itu, guna menghindari konsleting listrik, Haryanto pun mewanti-wanti Kepala Pasar untuk tak bosan mengingatkan agar para penjual disiplin mengecek listrik sebelum pulang berdagang. 

Berkenaan dengan hal itu, Bupati juga berharap semuanya bisa saling membantu dan bekerjasama dalam upaya pencegahan kebakaran. 

"Kemudian saya ucapkan terima kasih juga pada Grab yang telah membantu pedagang. Setidaknya kini belanja online grab tak hanya di swalayan saja", jelas Bupati. 

Menanggapi hal itu Citylead Kudus Raya Grab Ardian Guritno mengatakan bahwa agenda hari ini adalah peluncuran pasar rakyat online  di Kabupaten Pati menggunakan layanan grab asisten. 

"Jadi kami informasikan grab asisten di sini adalah kita akan menjembatani kebutuhan antara masyarakat dengan pedagang pasar tradisional. Dan harapan kami di situasi pandemi Covid-19, perekonomian kabupaten Pati dari sisi pedagang dapat terbantu, tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing sehingga tidak terjadi kerumunan", terangnya. 

Ia pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dan segera hilang dari Kabupaten Pati.

Spn
Dok: (hms)





Ketua DPC PDIP Pati Bagikan Ribuan Masker Dan Takjil


Ketua DPC PDIP Pati Bagikan Ribuan Masker Dan Takjil 

Sentralpatinews
Pati-Dalam upaya mendukung Pemerintah untuk memutus dan mencegah penularan Covid-19 di masyarakat, hari ini Minggu (17/5) ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati bersama Pemuda Juang telah menggelar kegiatan bhakti sosial dengan membagikan 1000 takjil dan 2000 masker kepada masyarakat yang melintas di Jl. Kayen - Purwodadi atau lebih tepatnya berada di Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati .


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Pati Ali Badrudin ini mendapatkan respon positif dimasyarakat, tak ayal ribuan takjil dan masker tersebut ludes dibagikan kepada warga yang sedang melintas.


Pada kesempatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Ali Badrudin, mengatakan bahwa, di tengah pandemi Covid-19 ini, kami semua menyatakan mendukung sepenuhnya atas upaya pemerintah dalam memutus dan mencegah penularan Covid-19 khususunya yang berada di wilayah Kabupaten Pati, dan seluruh Indonesia pada umumnya dengan selalu mengikuti protokol kesehatan ;


"Alhamdulillah di bulan yang penuh berkah ini, yaitu dibulan suci Ramadhan kami dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati bersama Pemuda Juang masih bisa berbagi dengan sesama, yaitu dengan membagikan masker dan takjil kepada masyarakat yang melintas di seputar Jalan Pati-Purwodadi", tutur Ali di sela sela kegiatan

Lebih lanjut Ali Badrudin juga mengatakan bahwa, Pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir bila di mulai dari kesadaran masyarakat, yaitu dengan saling menjaga kebersihan dilingkungan sekitar, rajin berolahraga untuk meningkatkan imun tubuh, serta menerapkan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan untuk tidak berekerumun dan agar selalu jaga jarak.


"Rajin cuci tangan, serta wajib menggunakan masker jika keluar rumah, hindari kontak fisik, serta tetap jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi diluar rumah", tandasnya 

Spn
Dok: (Tg)

Monday, May 18, 2020

Bupati: Pembagian Bantuan Harus Tepat Sasaran, Tepat Manfaat

Bupati: Pembagian Bantuan Harus Tepat Sasaran, Tepat Manfaat

foto : Bupati Pati Haryanto sampaikan bantuan harus tepat sasaran
Sentralpatinews.com

Pati -Pemerintah Kabupaten Pati menyalurkan ribuan bingkisan Hari Raya Idul Fitri pada anak yatim piatu, tenaga kebersihan, juru parkir, dan tukang becak. Paket lebaran yang diberikan berupa bahan kebutuhan pokok.

foto : Bupati Pati terimakan bantuan kepada penerima
Bingkisan lebaran secara simbolis diserahkan oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan perwakilan Komisi D DPRD Kabupaten Pati pada sejumlah perwakilan penerima di Pendopo Kabupaten Pati, Senin siang (18/5).

Sementara itu Bupati Pati Haryanto menuturkan, belum lama ini para tukang becak, juru parkir, dan tenaga kebersihan sudah pernah mendapat bantuan sembako, kaitannya dengan dampak pandemi Covid-19.

foto : Wabup Saiful Arifin terimakan bantuan kepada penerima
"Adapun penyaluran bingkisan lebaran ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dulu sempat diberikan dalam bentuk bingkisan dan uang saku. Namun, kali ini kita serahkan dalam bentuk bahan pokok. Karena aturannya tidak boleh dalam bentuk uang, " terangnya.

Dalam penyaluran hari ini, baru beberapa perwakilan yang diundang. Nantinya, penerima lainnya akan mendapat bingkisan di instansi yang menaungi masing-masing. Seperti tukang parkir dan tukang becak di Dinas Perhubungan, penyapu jalan di Dinas Pekerjaann Umum, dan seterusnya.

"Berapapun nilai bantuan yang diberikan, itu merupakan bentuk kepedulian dari Pemkab Pati," ujar Bupati.

Haryanto pun menegaskan, selama ini pihaknya senantiasa berupaya sebaik mungkin agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tepat manfaat. Beberapa waktu belakangan ini pun, dirinya telah meminta bantuan Gerakan Pramuka Peduli Kwarcab Pati untuk menyisir laporan-laporan yang beredar di media sosial berkaitan dengan bantuan yang tidak tepat sasaran.

"Jadi, seandainya ada informasi mengenai warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial, relawan pramuka segera mengunjungi warga dimaksud untuk melakukan verifikasi. Jika didapati memang layak, tentu bantuan akan diberikan," tutur Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati Subawi, dalam laporannya menyampaikan rincian bantuan masing-masing kategori penerima.

Dalam kategori anak yatim/piatu/yatim-piatu, terdapat 3.775 paket yang disalurkan. Paket tersebut berisi gula pasir, sirup, dan kue kering.

"Bantuan bagi tenaga kebersihan ada 425 paket. Terdiri atas beras non organik medium, minyak goreng dua liter, dan gula pasir, " terangnya.

Subawi menambahkan, dalam kategori tukang parkir dan tukang becak, secara berurutan jumlahnya 500 dan 300 paket. Kedua kategori penerima ini mendapat bantuan berupa beras non organik medium, minyak goreng dua liter, gula pasir, dan teh celup.

"Total anggaran dalam penyaluran bantuan ini ialah Rp 951,2 juta," tutupnya.       

         (Luky SPn / po4/PO/MK)

Related Post

.