Jumat, 10 Juli 2020

SOSIALISASI DAN REMBUG WARGA BSPS TAHUN 2020 PENERIMA BANTUAN SIAP MELAKSANAKAN BEDAH RUMAH

SOSIALISASI DAN  REMBUG WARGA BSPS TAHUN 2020

PENERIMA BANTUAN SIAP MELAKSANAKAN

BEDAH RUMAH



Tim Teknis dan sebagian TFL BSPS 2020



Sentralpatinews.com
Pati - Pelaksanaan Sosialisasi dan Rembug Warga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2020 di Kabupaten Pati dimulai pada tanggal 8 Juli 2020 hingga pertengahan bulan Juli. Sosialisasi dilaksanalan per desa secara bergantian agar tidak mengakibatkan banyaknya orang yang berkumpul mengingat masih dalam suasana pandemi Corona atau Covid 19. Hal ini sesuai arahan dan kebijakan Tim Teknis Kabupaten Pati, Drs. Febes Mulyono, M.Sc, M.Eng sebagaimana selalu diingatkan Bupati Pati.

“Peserta Sosialisasi harus mengikuti standart protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan pakai sabun, diukur suhu tubuhnya dan duduknya dengan jaga jarak”, demikian dikatakan Hengky, salah seorang Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

Sebanyak 1595 Penerima Bantuan diharapkan bisa mengikuti Sosialisasi dan Rembug Warga agar mereka tahu secara pasti apa itu Program BSPS, hak dan kewajibannya, pihak-pihak yang terkait dan aturan mainnya. Para penerima bantuan ini sudah melalui tahapan verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh TFL, dimana mereka memang layak untuk mendapatkan bantuan sesuai aturan yang berlaku.  Diharapkan katagori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mereka bisa menjadi Rumah Layak Huni. Pengertian rumah layak huni disini adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kesehatan bagi penghuninya dan kecukupan luas ruang.



               Pelaksanaan Sosialisasi dan Temu Warga di Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo


Dalam Sosialisasi tersebut dijelaskan oleh nara sumber, bahwa besarnya bantuan BSPS bagi setiap Penerima Bantuan adalah sebesar Rp. 17.500.000,- (Tujuh Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang terbagi atas pembelian bahan bangunan sebesar Rp. 15.000.000,- dan bantuan upah tukang sebesar Rp. 2.500.000,-  dimana alokasi dananya berasal dari NAHP (National Affordedable Houssing Program) Bank Dunia. Lebih jauh dikatakan bahwa bahwa uang untuk pembelian bahan banguna tersebut bukan berupa uang cash, tetapi akan dibukakan rekening bank (Bank BNI 46) atas nama Penerima Bantuan yang selanjutnya dipakai buat membayar bahan bangunan ke toko material yang disepakati dengan cara transfer. Jadi Penerima Bantuan tidak menerima uang cash, tetapi yang untuk bantuan pembayaran upah tukang dapat ditarik langsung oleh Penerima Bantuan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Para Penerima Bantuan cukup antusias mengikuti jalannya Sosialisasi dan siap melaklsanakan bedah rumah lewat Program BSPS ini, hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.                                                                              Sumeri, Kepala Desa Sunggingwarno mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik program ini, walaupun sebenarnya masih banyak rumah yang perlu mendapat bantuan. Tetapi mengingat quota desa Sunggingwarna cuma 11 maka harapannya tahun-tahun yang akan datang akan mendapatkan bantuan Program BSPS lagi. 

 

                Pelaksanaan Sosialisasi dan Temu Warga di Desa Sunggingwarno Kecamatan Gabus

   

Sebanyak 17 kecamatan, terbagi atas 98 desa mendapatkan bantuan Program BSPS tahun 2020 ini.

Jumlah total rumah yang  dibedah/direhab  atau  mendapatkan bantuan adalah 1595, dimana  pengusulannya lewat Reguler dan Aspirasi, melibatkan 53 orang Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)  dan 5 orang  Koordinator Fasilitator (Korfas)  serta  Kepala Desa  beserta aparat  desa sebagai pemangku wilayah yang bersangkutan.

Ke-17 Kecamatan yang mendapat bantuan Program BSPS tersebut adalah : 

1.    Kecamatan Batangan (Desa Gunungsari, Tompomulyo, Tlogomojo),

2.    Kecamatan Dukuhseti (Desa Ngagel, Wedusan, Grogolan),

3.    Kecamatan Gembong (Desa Klalahkasian, Sitiluhur, Bageng, Pohgading),

4.    Kecamatan Jaken (Desa Arumanis, Sukorukun, Sumberagung, Tamansari, Trikoyo),

5.   Kecamatan Jakenan (Desa Dukuhmulyo, Jakenan, Sendangsoko, Karangrowo,

      MantinganTengah, Sonorejo, Tambahmulyo, Tanjungsari, Tlogorejo, Tondomulyo),

6.     Kecamatan Kayen (Desa Boloagung, Jatiroto, Beketel, Brati, Durensawit, Jimbaran,

      Kayen, Pasuruhan, Pesagi, Slungkep, Srikaton, Sumbersari, Sundoluhur, Talun),

7.    Kecamatan Margoyoso (Desa Soneyan, Tanjungrejo),

8.    Kecamatan Pucakwangi (Desa Kepohkencono, Pelemgede, Terteg, Karangwotan, Kletek

,     Plosorejo, Sokopuluhan),

9.    Kecamatan Sukolilo (Desa Pakem, Prawoto, Baturejo, Gadurejo, Kasiyan, Kedumulyo,

      Porangparing, Tompegunung),

10. Kecamatan Tambakromo (Desa Sinomwidodo, Tambaharjo, Angkatan Kidul, Angkatan Lor, Karangmulyo, Keben, Kedalingan, Larangan, Maitan, Mokomulyo,Tambahagung, Tambakromo),

11.  Kecamatan Gabus (Desa Banjarsari, Bogotanjung, Gabus, Gebang, Gempolsari,

      Karaban, Pantirejo, Sambirejo, Sugihrejo, Sunggingwarno, Tambahmulyo, Wuwur),

12.  Kecamatan Juwana (Desa Karangrejo),

13.   Kecamatan Pati (Desa Payang, Tambakharjo),

14.   Kecamatan Tayu (Desa Sambiroto),

15.   Kecamatan Tlogowungu (Desa Cabak),

16.   Kecamatan Wedarijaksa (Desa Bumiayu, Tawangharjo),

17. Kecamatan Winong (Desa Danyangmulyo, Degan, Godo, Guyangan, Karangsumber, Kebolampang, Kropak, Pekalongan, Sugihan, Tanggel, Tlogorejo),

 

  ( Henry Purwanto )

Related Post

.