Saturday, February 2, 2019

Si Jago Merah Ngamuk Gudang Kapok di Sundoluhur Ludes Terbakar

Si Jago Merah Ngamuk Gudang Kapok di Sundoluhur Ludes Terbakar

Sentrapatinews.com
Pati- Ditengah maraknya korban banjir di Pati dan curah hujan yang masih tinggi,di wilayah kecamatan kayen telah terjadi kebakaran gudang kapuk milik Salamun Desa sundoluhur  RT 6 Rw 1 kec kayen Kabupaten Pati.(02-02-2019)

Menurut saksi mata,markum 53 Th alamat desa sundoluhur Rt 9/2 kec kayen si jago merah mulai melalap gudang kapuk milik Salamun ini sekitar pukul 14.30 wib,kemudian api dapat di padamkan pukul 16:00 wib setelah 4 mobil pemadam kebakaran kabupaten Pati datang dan di bantu masyarakat sekitar.

Babinsa Koramil Kayen sertu ali bersama piket serda Sugiyanto beserta polsek dan perangkat desa menuju TKP untuk menetralisir keadaan dan mengamankan situasi sekitar gudang kapok,adapun taksiran kerugian materiil sekitar 150 juta,dan tidak ada korban dalam kejadian ini (Ipl / Lk Pati)

Thursday, January 31, 2019

Terkait PTSL, Bupati Punya Pesan Khusus Untuk PJ Kades

Sentralpatinews. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri acara sosialisasi Program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, di  ruang Pragolo Setda Pati.

Arahan Bupati Pati kepada kepala desa
Penerima progam PTSL 2019.

Dengan bergantinya tahun dan terselesaikannya pemberkasan program PTSL tahun 2018, BPN Pati dan Bupati Haryanto beserta seluruh Forkompimda Pati, hari ini menghadiri sosialisasi program PTSL 2019 untuk 50 desa calon penerima program PTSL 2019.

"Meski PTSL 2018 belum selesai dibagikan, saat ini sudah disusul dengan program PTSL 2019", ujar Bupati.
Jika pada tahun 2018 Pati mendapatkan 45 ribu, maka pada  2019 Pati mendapatkan sebanyak 65 ribu.

"Ada yang berbeda dengan tahun lalu dimana jumlah desanya lebih banyak, sedangkan tahun ini jumlah desa lebih sedikit namun harus tuntas", imbuhnya.
Di tahun 2023 nanti, semua pensertifikatan di Kabupaten Pati ditargetkan sudah terselesaikan semua sehingga bila mana ada proses hukum terhadap tanah hanya antara pemilik tanah yang sudah memiliki sertifikat. "Tidak seperti saat ini yang mana selama ini masih bersandar pada C desa", lanjut Haryanto.

Akan tetapi perlu disayangkan, karena program yang sangat membantu ini, menurut Bupati, kadang-kadang menyisakan persoalan, permasalahan, yang timbul karena minimnya kepercayaan.

"Perlu diketahui bersama PTSL ini berbeda dengan PRONA, dimana PRONA ini sertifikat masal yang dibiayai pusat lebih banyak, nah kalau PTSL ini, dibiayai sebagian dan sisanya swadaya masyarakat dengan syarat tidak membebani masyarakat", terang Haryanto.

Yang jelas, imbuh Bupati, mengurus sertifikat melalui program PTSL lebih meringankan daripada mengurus secara reguler, di mana bila diurus secara reguler harus membayar BPHTB, PPH dan akan memakan biaya mencapai Rp 2 sampai 3 juta.

Haryanto dalam acara ini pun menghimbau, kepada desa yang masih dipimpin oleh Pj, agar mengajak kepala desa yang baru terpilih untuk turut  mengurus dan mensosialisasikan program PTSL ini kepada masyarakatnya, agar di kemudian hari tidak menjadi permasalahan.

Sementara itu, Kepala BPN Pati, Yoyok Anwar Hadi mengatakan bahwa Program PTSL ini dikatakan sistematis lengkap lantaran pemohon selain mendapatkan patok yang akan digunakan sebagai batas, juga harus memfotocopy berkas - berkas dengan lengkap, kemudian melengkapi materai dan mempersiapkan foto copy berkas C desa secara lengkap pula.

"Oleh karena itu, kami memohon bantuan para Kepala Desa, agar program PTSL untuk masyarakat ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Selain itu, kepala desa juga diharapakan dapat menyiapkan data - data yuridis", pinta Yoyok.

Selain itu, lanjut Yoyok, program PTSL ini memang diperuntukkan untuk pengurusan sertifikat untuk yang pertama kali.
"Karena sifatnya yang pertama kali, jadi untuk mengurus balik nama, pecah sertifikat dan lain - lain pun tidak bisa. Pertama kali yaitu berasal dari C desa ataupun tanah - tanah bengkok pun bisa", imbuhnya.  (Imp/004)

Monday, January 28, 2019

Antisipasi Pencegahan Banjir Susulan TNI Dengan Warga Desa Lakukan Kerjabakti Bersama

Antisipasi Pencegahan Banjir Susulan TNI Dengan Warga Desa Lakukan Kerjabakti Bersama

Sentralpatinews.com
Pati - Tindakan cepat di lakukan oleh anggota TNI bergotong royong kerjabakti  dengan warga Desa Bogotanjung Kec Gabus Kab Pati untuk mencegah banjir susulan. Senin(28/1/2019

Anggota Koramil 19/Gabus bersama masyarakat bahu membahu perbaiki tanggul yang jebol untuk mengantisipasi banjir susulan merendam pemukiman warga lagi dengan  cara memasang pancagan bambu untuk menahan timbunan tanah.


Mulai surutnya air sungai di manfaat kan warga dengan anggota TNI yang berada di wilayah tersebut untuk perbaiki tanggul yang jebol.  Karena lokasi yang cukup jauh dari jalan, serda suratman Babinsa Koramil 19/Gabus bersama sama masyarakat bergotong royong membawa bambu melewati pematang sawah yang masih terendam banjir untuk bawa ke lokasi rusaknya tanggul.

Kepala Desa Bogotanjung Suwartono yang ditemui dilokasi mengatakan, setelah kami berkordinasi dengan Bapak Babinsa anggota koramil 19/Gabus tindakan perbaikan tanggul harus di lakukan dengan cepat,  meski perbaikanya tidak sempurna tapi setidaknya bisa menahan meluapnya air sungai ke pemukiman penduduk di karenakan musim penghujan masih berlangsung.
 " Kami apresiasi kepada TNI dan warga yang secara bahu membahu tanpa kenal lelah perbaiki tanggul,  " Kata Suwarto


Dengan dipasangnya pancang dari bambu tersebut diharapkan dapat mengurangi luapan air ketika hujan sehingga meminimalisir tergenangnya lahan persawahan milik warga.  (Luky Pati / Sol)

Semakin Maraknya Heboh Bencana , Bupati Pati Tinjau Langsung Lokasi Banjir

Semakin Maraknya Heboh Bencana , Bupati Pati Tinjau Langsung Lokasi Banjir
Bupati Pati bersama Wakil Bupati dan  Setda Pati Tinjau Lokasi Banjir

Sentralpatinews.com
Banyaknya pemberitaan yang terlalu heboh di media sosial atau  terkait bencana alam yang terjadi seperti misalnya banjir, mendorong Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, dan sejumlah pihak terkait meninjau lokasi banjir di  Dukuh Kedawung, Dukuhseti, yang berlokasi dekat Sungai Lenggi.

Dalam sidak yang dilakukan hari ini,
Bupati berharap agar masyarakat tidak mengunggah foto atau video yang terlalu mendramatisir kondisi di lapangan, sehingga membuat masyarakat semakin panik.

"Oleh karena itu, kami yang juga bersama Dandim, BPBD, DPUTR dan PMI datang ke lokasi banjir untuk mengetahui kebenaran kondisi terkini di lokasi banjir. Jangan sampai berita dan informasinya tidak berimbang antara foto atau video yang diunggah di media sosial dengan kenyataan yang ada di lapangan," ujarnya.

Bupati Pati Haryanto juga mengatakan, penyebab banjir itu bermacam-macam diantaranya akibat tanggul jebol, tingginya curah hujan dan lain sebagainya.

Saat ini pihaknya juga sedang melakukan inventarisir kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak banjir, termasuk Kecamatan Kayen, utamanya Desa Kayen yang sering dilanda banjir bandang, meski biasanya hanya bertahan dalam hitungan jam saja.

"Dari wilayah yang terdampak banjir saat ini yang agak besar adalah di Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung. Karena ketika terjadi banjir biasanya berlangsung cukup lama mulai empat hari sampai satu minggu," ungkapnya.

Dengan kondisi demikian, Bupati Pati sudah menurunkan tim untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat korban banjir.

Bahkan kalau memang banjir diakibatkan karena tanggul bedah, Pemkab Pati akan melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat.

"Tetapi, sementara ini banjir yang terjadi akibat luapan sungai karena debit air yang meningkat diakibatkan curah hujan yang tinggi seperti yang terjadi di Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung," bebernya.

Bupati Pati Haryanto juga berjanji akan melakukan penganggaran untuk normalisasi sungai di sekitar Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung.

 "InsyaAllah karena ini sudah penetapan APBD maka akan kita anggarkan pada anggaran perubahan. Karena, kalau proses pengerukan sungai kan harus dilakukan pada musim kemarau," paparnya.

Bupati menghimbau kades setempat untuk mensosialisasikan kepada warganya yang ada di Dukuh Kedawung, agar jika air semakin besar, warga dapat segera mengungsi.

"Yang terpenting adalah, warga sekitar yang terdampak banjir segera menyelamatkan diri saat banjir. Jangan sampai mempertahankan diri karena menjaga harta, tetapi malah menjadi bahaya ketika bencana banjir membesar," urainya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Dukuhseti, Sukarji membeberkan ada enam Rukun Tetangga (RT) yang terdampak banjir di Dukuh Kedawung dan Dukuh Krajan. Sedangkan kedalaman air di wilayah tersebut mulai dari 50 centimeter hingga satu meter.

"Banjir sudah berlangsung selama dua hari, sedangkan lokasi yang terparah ada di Dukuh Kedawung," terangnya.

Dengan kondisi demikian, lanjutnya, sebagian warga sudah mulai mengungsi. Sedangkan untuk warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing, saat ini aktivitasnya sudah berhenti karena tingginya genangan air serta intensitas hujan yang masih tinggi.

"Kami berharap, segera ada normalisasi di Sungai Lenggi yang ada di dekat Dukuh Kedawung. Sehingga, lokasi tersebut tidak menjadi langganan banjir tahunan," tandasnya. (Hums / LK Pati)

Sunday, January 27, 2019

Anggota Koramil Dukuhsti Siap Siaga Tangani Bencana Banjir

Anggota Koramil Dukuhsti Siap Siaga Tangani Bencana Banjir.

Sentralpatinews.com
Pati-Dukuhseti,Intensitas curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan sejumlah pemukiman warga di Dukuh Kedawung terendam luapan air dari sungai alas dowo kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati(27-01-2019)

Hujan yang tak kunjung reda dari minggu dini hari sampai sore hari membuat sungai alasdowo tidak bisa menampung lagi kapasitas air yang terus menerus bertambah.

Saat ini Babinsa Desa alasdowo Pelda Nurkhamid bersama relawan warga setempat melakukan evakuasi korban banjir,adapun sejumlah pemukiman warga yang terkena dampak luapan air sungai alasdowo meliputi dukuh kedawung Rt 10 dan Rt 11 Rw 02,menurut keterangan warga dan Babinsa Desa Alasdowo air yang memasuki rumah warga di Dukuh kedawung kurang lebih 150 rumah dan di Dukuhseti kidul Rt 02 dan Rt 07 Rw 02 sebanyak kurang lebih 100 rumah.
      (Pendim / Luky Pati )

Satlantas Polres Pati Gelar Sosialisasi Millennial Road Safety Festival

Satlantas  Polres Pati Gelar Sosialisasi Millennial Road Safety Festival 

Sentralpatinews.com
Ratusan komunitas otomotif baik dari kendaran bermotor roda empat maupun kendaraan motor roda dua penuh memadati halaman Satdion Joyokusumo Pati dalam giat ikuti Sosialisasi Millennial Road Safety Festival. dengan melibatkan ratusan komunitas Otomotif yang ada di Kabupaten Pati. (sabtu, 26/1/19).

Ratusan komunitas yang hadir  tersebut dari berbagai wilayah dengan rasa kebersamaan dalam  Acara Sosialisasi yang diadakan Satlantas Polres Pati sebagai bagian program Korlantas yang dilakukan seluruh wilayah Polres seluruh Indonesia.


Kasat Lantas Polres Pati AKP Cristian Chrisye Lolowong, SIK MH didampingi Kasubag Humas Iptu Agung Suhariono SH mengatakan jika kegiatan ini mengajak kaum millennial dimana menurut hasil penelitian di tahun 2014/15 angka laka lantas yang paling tinggi mencapai 18 ribu yang sebagian besar masuk kaum millennial dengan usia 17 hingga 35 tahun. Bahkan menurut penelitian WHO laka lantas sangat mengkuatirkan dengan urutan lima dunia.
Karena itu pihak Satlantas mengajak semua komunitas menjadi relawan, relasi keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan ini dilakukan bulan Januari hingga Maret 2019. Yang mana pada puncaknya nanti  tanggal 10 Maret di Alun Alun Pati dengan berbagai kegiatan.

Dalam rangkaian kegiatan itu juga dimeriahkan bersama musik Band OAM dari Pati .
Kasat lantas sangat bangga dengan partisipasi generasi millenial road safety yang tergabung dalam wadah komunitas pecinta otomotif kendaraan motor maupun kendaraan mobil .


Selain itu kasatlantas menghimbau agar generasi millenial mampu menjadi pelopor dalam berlalulintas yang baik patuh taat pada tata tertib lalulintas. Dengan  demikian gerakan program ini dilaksanakan agar mengurangi nilai angka kecelakaan lalulintas diwilayah kabupaten Pati.

Kasatlantas Polres Pati juga bakal mengajak para komunitas untuk touring bersama sekaligus sosialisasi kepada masyarakat , pungkasnya.
      ( Luky Pati )

Wednesday, January 23, 2019

Angka Kematian Ibu AKI Pati TH 2018 Menurun


Angka Kematian Ibu AKI Pati TH 2018 Menurun 


Sentralpatinews.com
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pati mengalami penurunan, dari sebelumnya di angka 15 pada tahun 2017 turun menjadi 11 di 2018.

AKI adalah angka kematian ibu yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan pasca persalinan/nifas di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu pada setiap
100.000 kelahiran hidup.

"Penurunan AKI menjadi salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan di suatu daerah", terang Bupati Pati Haryanto, kemarin, usai menghadiri rapat koordinasi kepegawaian dinas kesehatan, di Aula Gedung Dinas Kesehatan Pati.





Haryanto selama ini mengaku getol mendorong penurunan AKI di Kabupaten Pati. "Saya sering sampaikan itu pada kegiatan-kegiatan Dinas Kesehatan. Akhirnya Dinkes Pati merespon baik dengan melakukan sejumlah terobosan baru guna menurunkan AKI", jelas Bupati.

Salah satunya adalah dengan penyelenggaraan konsultasi ahli per Kawedanan guna mendeteksi ibu hamil yang memiliki resiko tinggi. Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis kandungan dan spesialis penyakit dalam.

"Alhamdulillah beberapa Kabupaten yang pernah study banding ke Pati malah meniru terobosan kami, salah satunya Kabupaten Kendal", ungkapnya.

Kualitas kesehatan yang baik, diakui Bupati mampu mencegah kematian ibu saat melahirkan. Meski gangguan kesehatan itu terkadang muncul menjelang akhir kehamilan, seperti misalnya Eklamsia.

“Eklamsia atau tekanan darah yang tiba-tiba tinggi, ini masalah serius pada masa kehamilan akhir,” tutur Bupati yang diwawancarai bersama Kepala Dinas Kesehatan.
  (Hums / Luky Pati)

Tim Sergap dari Mabesad Kunjungi Kodim 0718/Pati

Tim Sergap dari Mabesad Kunjungi Kodim 0718/Pati

Sentralpatinews.com
Pati – Kodim 0718/Pati mendapatkan kunjungan dari Mabesad yang tergabung dalam Tim Sergap (Serapan Gabah) dalam rangka melaksanakan pengawasan dan peninjauan di Wilayah Kodim 0718/Pati. Selasa (22/1/2019).

Dalam Kegiatan peninjauan ini dihadiri oleh Pabanda Wanwil Kodam IV/Diponegoro Mayor Inf Agus Supriyadi, Pasiwanwil Korem 073/Makutarama Kapten Inf Budi. L.,Tim Sergab Kasubdivre Pati  M. Taufik,SH beserta staf, Kadistan Kab Pati, Ir. Muhtar Effendi,MM beserta staf, Kadishan Pangan Kabupaten Pati Ir. Sujono,MM, Dandim 0718/Pati Letkol Arm  Arief Darmawan S.Sos beserta Se-Danramil Kodim 0718/Pati, Gapoktan Se-wilayah Kabupaten Pati dan MKP Bulog se-Kabupaten Pati.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos menerangkan bahwa Luas Tambah Tanam (LTT) wilayah Kabupaten Pati masa tanam Oktober sampai dengan Maret mencapai 90 persen, dengan kesulitan irigasi dan keadaan cuaca maka mengakibatkan tidak serentaknya masa tanam dan masa panen.
“ Di masa panen nantinya kami berharap  Bulog siap menampung semua hasil panen dari petani di wilayah Pati sehingga petani makin jelas tentang harga jual dari hasil panen tersebut, ” Tambahnya.
Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha,SE dari Tim Sergab TNI AD menegaskan dalam kunjungannya ke MKP gudang beras UD. Wahyu Abadi milik Bapak H. Wartoyo di Desa Sembaturagung Kecamatan  Jakenan dan meninjau lokasi tanaman padi di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan pada intinya laporan setiap permasalahan yang ditemui di lapangan akan dilaporkan ke komando atas sehingga dapat dicari solusinya dan kebutuhan untuk memaksimalkan tanam dan panen dapat dicapai demi ke swasembada pangan.
“ Setiap Data supaya divalidkan sehingga keputusan dan kebijaksanaan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan dan diharapkan setiap kebijakan dapat bertujuan untuk kesejahteraan petani demi swasembada pangan,” tegasnya.
     ( Pendim / Luky Pati )

Monday, January 21, 2019

Pisah Sambut Anggota Kodim 0718 Pati Merupakan Tradisi Yang Melekat di Kesatuan TNI

Pisah Sambut Anggota Kodim 0718 Pati Merupakan Tradisi Yang Melekat di Kesatuan TNI

Sentralpatinews.com
Pati – Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, bertindak sebagai Inspektur Upacara dihalaman Kodim Pati dalam rangka Upacara Bendera Minggu Militer yang diikuti seluruh anggota Kodim 0718/Pati Dan ASN sebagai peserta upacara, sedangkan Dan Up Kapten Inf Urip Widodo (Danramil 16/Jaken) dilanjutkan Tradisi Pelepasan maupun penyambutan Anggota. senin 21/01/19.


Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos  mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung serta selamat bertugas di Kodim Pati anggota baru Kopda Tugiman dan Praka Susanto diminta jangan sungkan belajar dan bertanya kepada senior untuk menambah wawasan pengetahuan serta keterampilan. Jaga sikap dan perilaku, jangan pernah melanggar karena selain merugikan diri pribadi juga membuat buruk nama baik institusi,” pesan Dandim Pati.


Dandim juga mengharapkan kepada anggota yang pindah satuan Serda Anang Firdinan, kemampuan dan keterampilan yang didapatkan selama di Kodim 0718 Pati agar bisa menjalankan tugas dengan baik di satuan baru, Dandim juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tinginya atas kerja dan tugas di Kodim Pati,," jelas Dandim.
Setelah rangkaian acara selesai, Serda Anang Firdinan tidak menerima kejutan dari rekan rekan lainnya. Siraman air kembang kembali membasahi tubuhnya.
" Inilah bentuk persahabatan dan kekompakan antar rekan di Kodim 0718/Pati yang tidak bisa saya lupakan," katanya.
 (Luky Pati)

Sunday, January 20, 2019

Pati Terpilih Peringkat Pertama Untuk Acara Gebyar Kemilau Emas Pegadaian se Jateng

Pati Terpilih Peringkat Pertama Untuk Acara Gebyar Kemilau Emas Pegadaian se Jateng 

Sentralpatinews.com
Pengundian Kemilau Emas Pegadaian (KEP) Periode Agustus-Desember 2018 di Wilayah Jateng dan DIY berlangsung Sabtu malam (19/1) di Alun-alun Simpang Lima Pati. Pemilihan Kabupaten Pati sebagai tempat terselenggaranya acara ini, rupanya karena ada alasan khusus. Terungkap dalam sambutan Bupati Pati Haryanto, Kabupaten Pati merupakan kota yang menempati peringkat pertama se Jawa Tengah dan peringkat ke empat se Indonesia, sebagai daerah dengan transaksi gadai nasabah tertinggi.

"Terima kasih pada PT Pegadaian yang menyelenggarakan Kemilau Emas Pegadaian di Kabupaten Pati dan memberikan hiburan bagi masyarakat," ujar Bupati.

Pada acara yang menampilkan artis Via Vallen ini, Bupati berharap agar Pegadaian semakin jaya dan selalu di hati masyarakat. "Pemilihan Kabupaten Pati sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat setia nasabah Pegadaian. Apalagi acara ini tidak diselenggarakan di semua daerah, hanya daerah tertentu yang terpilih untuk puncak pengundian seperti ini," jelasnya.

Pada acara yang dihadiri Bupati Pati, Wakil Bupati, Sekda, forkompinda, Kepala OPD, para camat, dan Ketua PKK Pati ini, menyedot perhatian ribuan pengunjung, yang tak hanya mengikuti jalannya pengundian namun juga menantikan tampilnya Via Vallen.

Pengundian ini merupakan akhir dari rangkaian Program Kemilau emas Pegadaian 2018 dilaksanakan serentak di 11 kota di Indonesia.  Mewakili 12 Kantor Wilayah Pegadaian, antara lain Bekasi, Pati, Balikpapan, Medan, Gorontalo, Surabaya, Pekanbaru, Bandung, Makassar, Palembang, dan Kupang.

Pimpinan Wilayah XI PT Pegadaian Semarang Mulyono menuturkan event ini bertujuan sebagai apresiasi perusahaan terhadap kesetiaan nasabah yang telah menggunakan produk Pegadaian.
"Ke depannya, Pegadaian akan selalu menjadi wadah masyarakat untuk melakukan investasi dan menjadi perusahaan tingkat nasional," pungkasnya. (LK Pati / Hums)

Gelar Rakor, PKK Pati Ungkap Persiapan Sejumlah Lomba yang Bakal Diikuti

Gelar Rakor, PKK Pati Ungkap Persiapan Sejumlah Lomba yang Bakal Diikuti 

Sentealpatinews.com
​Dalam rangka sinkronisasi program kerja PKK tahun 2019, tim penggerak PKK Kabupaten Pati kemarin mengadakan rapat kordinasi dengan Pembina Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, di aula kantor PKK Pati.

"Sebagaimana dipahami bersama, keberadaan TP PKK memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Saat ini TP PKK sebgai mitra pemerintah daerah, telah mampu melaksanakan peran yang dimiliki dengan sebaik mungkin yakni memotivasi dan menggerakkan keluarga serta memberdayakan potensi-potensi yang dimiliki guna menunjang peningkatan kesejahteraan keluarga", terang Bupati Pati Haryanto selaku kepala daerah sekaligus pembina TP PKK.

Lebih lanjut Haryanto mengungkapkan bahwa setiap tahun seperti halnya tahun-tahun sebelumnya PKK selalu mengadakan kordinasi, dan sinkronisasi terhadap program kerja PKK.

"Bukti-bukti keberhasilan dari koordinasi dan sinkronisasi ini sendiri diantaranya, kita kerap kali mendapat penghargaan di lomba-lomba tingkat provinsi maupun nasional", imbuh Bupati.

Haryanto juga meyakinkan bahwa kegiatan yang dikerjakan dengan sungguh - sungguh tetap akan mendapat penghargaan atau apresiasi, seperti misalnya Pati yang telah mendapatkan penghargaan Adipura sebanyak 12 kali mulai tahun 2007 hingga 2018 lalu.

"Bila tidak ada kekompakan, koordinasi, serta sinkronisasi, jelas tidak mungkin bisa mendapatkan semua itu", lanjut Bupati.

Ia pun kembali mencontohkan saat beberapa waktu lalu TP PKK begitu kompak dengan OPD terkait yakni Bappeda dan Dinsos, untuk mengikuti lomba dengan penilaian tingkat pratama, semua dilaksanakan dengan kesungguhan dan kekompakan. Walhasil yang diperoleh adalah tingkat madya sebuah bukti atau hasil yang luar biasa.

"Untuk TP PKK sendiri program-program kegiatannya termasuk mendukung kegiatan dinas - dinas terkait mulai dari pendidikan, pangan, kesehatan dan lainnya", terang Bupati.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pati Ny Musus Indarnani Haryanto menambahkan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat membantu mensukseskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati. "Caranya ya dengan berkordinasi, menginformasikan, saling tukar pikiran, terkait pelaksanaan program programnya melalui OPD", imbuh Musus.

Ketua TP PKK yang juga merupakan istri dari Bupati Pati ini juga menjelaskan bahwa kini terdapat penilaian baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional yang akan diikuti dan dilaksanakan murni oleh PKK, yakni Lingkungan Bersih dan Sehat tahun 2019. "Karena itu, PKK akan bekerjasama dengan DLH Pati", imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, menurut Musus, juga akan ada penilaian baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sedangkan untuk ditahun berikutnya yakni 2020, akan ada lomba Program Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Pati.

Tak cukup hanya sampai 2019 dan 2020, TP PKK Kabupaten Pati, bahkan sudah menyusun program mulai 2019 hingga 2022. "Untuk itu kami berharap partisipasi dari para OPD terkait agar kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan", pungkas Musus.
               ( LK Pati / Hums )

Kirab Adipura Berlangsung Sederhana Di Car Free Day Pati

Kirab Adipura Berlangsung Sederhana Di Car Free Day Pati
Bupati Pati Pimpin Start Pemberangkatan Kirab Adipura
Sentralpatinews.com
Car Free Day (CFD) pada Minggu (20/1) tampak berbeda. Kali ini, CFD berbarengan dengan kirab Piala Adipura sekaligus sosialisasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim, pimpinan OPD ikut berbaur dengan komunitas sepeda turut mengikuti kirab Piala Adipura, yang disambut oleh ribuan warga Pati yang memadati Alun- alun Pati.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan kirab Adipura kali ini dilaksanakan secara sederhana sekaligus berolahraga murah dan sehat, yaitu dengan menaiki sepeda keliling kota Pati.
"Terima kasih kepada masyarakat karena kita sudah berhasil mendapat piala Adipura 12 kali berturut turut, pernah sekali di tahun 2014 kita mendapat piala Adipura Kencana," Bupati sebelum keberangkatan kirab.
Piala Adipura diarak Masyarakat bersama OPD Pati dengan Bersepeda
Bupati menjelaskan, setelah tahun 2014 tidak ada lagi penilaian Adipura Kencana untuk kota kecil, maka kembali ke Piala Adipura. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk tidak berkecil hati, dengan tidak adanya Piala Adipura. "Yang terpenting bukanlah pialanya, akan  tetapi  bagaimana kita membudayakan hidup bersih, sehat dan peduli lingkungan yang utamanya  tentang pengelolaan sampah" ujarnya.

Bupati menegaskan pentingnya pemanfaatan sampah sehingga mempunyai nilai ekonomi dan meningkatkan perekonomian. Hal ini ditunjukan dengan upaya Pemkab Pati yang telah memperbanyak bank sampah dan memberdayakan kelompok - kelompok yang peduli dengan sampah.
"Harapan kedepannya adalah bukan hanya sekedar kita mendapat piala saja, akan tetapi tindak lanjut pembangunan lingkungan untuk meningkatkan perekonomian, sosial budaya dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan," tandasnya.
Bupati Pati serta OPD dan semua lapisan masyarakat mengarak Piala Adi Pura

Peserta kirab kali ini datang dari kalangan masyarakat, semua OPD, komunitas senam, komunitas sepeda, karangtaruna (perwakilan 21 kecamatan), siswa SMP - SMA, perbankan dan UMKM.

Dalam kegiatan tersebut disamping Kirab Adipura bersepeda dan Senam Zumba FlashMob, juga adanya Bazar UMKM yang diikuti 20 peserta.

Kirab Adipura Kab Pati menggunakan sepeda dengan rute : Alun- alun - Jl. Pemuda - Teminal - Gajahmati - Jl. Syeh jangkung - Jl. Ronggowarsito - SMP 4 - Bank Jateng - Jl A Yani - Jl. dr Susanto - kembali Alun- Alun.

Di akhir acara di adakan undian hadiah yang disediakan antara lain Sepeda gunung, HP Samsung, Tablet, TV LED, Radio and Tape, Blender, Kompor gas, Rice cooker, Mixer.
               (Hums / LK Pati)

Wednesday, January 16, 2019

Bupati Pati Haryanto Ungkapkan Alasan Relokasi PKL

Bupati Pati Haryanto Ungkapkan Alasan Relokasi PKL
Sentralpatinews.com
Sosialisasi Penataan Pedagang Kaki Lima, diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (16/1). Acara ini dhadiri oleh Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Kepala Disdagperin Pati, Kepala BPKAD, Paguyuban Pedagang, serta ratusan PKL Pati.

Alun - alun Pati pada tahun ini akan direvitalisasi sesuai acuan Perda no. 12 tahun 2014. Bupati dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa, terkait relokasi pedagang kaki lima (PKL), pihaknya telah mempersiapkan lokasi baru yang akan dipakai untuk 'rumah baru' PKL jauh - jauh hari sebelumnya.

Bupati Haryanto menegaskan bahwa, dalam relokasi PKL tidak ada unsur politik. Ia menjelaskan pembangunan Alun - alun ini bukanlah suatu keinginan, namun suatu kebutuhan. Sebab alun- alun merupakan fasilitas umum atau publik.
"Kalau keinginan ya cuma perorangan atau kelompok, hal ini lain karena program ini merupakan kebutuhan karena jauh lebih banyak jumlah masyarakat yang akan menikmati dari pada keinginan kelompok. Selain itu, program ini sudah direncanakan jauh - jauh hari sebelumnya", tegasnya.

Bupati Pati Haryanto juga meyakinkan pedagang, namanya penjual langganan walaupun dipindah, mau ditata dimanapun lokasinya asalkan sudah cocok pasti tetap akan didatangi oleh pembeli atau konsumen. Apalagi Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani yang akan menjadi tempat relokasi itu masih dalam wilayah jantung kota, tidak sampai 3 km, sehingga masih sangat terjangkau jarak tempuhnya.
"Di TPK Perhutani ini, fasilitas pun juga jauh lebih banyak, mulai dari luas tempatnya, tenda, toilet dan lain - lain yang sampai saat ini masih dibenahi dan diperbaiki. Waktu berjualan pun tidak ada batasan, 24 jam dari pagi sampai pagi lagi diperbolehkan. Beda dengan Aun - alun yang ada batasan waktu," jelas Kepala daerah berkumis tebal itu.

Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin ada hambatan maupun kesulitan bagi para PKL. Ia mengungkapkan tidak ada niatan sedikitpun untuk mematikan usaha rakyat dalam mencari nafkah. Untuk itu pihaknya menghimbau agar semua PKL bersama pemerintah bersama sama memikirkan bagaimana supaya rencana ini bisa berjalan dgn baik.
"Kalau ada masukan silahkan dikomunikasikan dengan pihak terkait, misal masih ada fasilitas yang kurang nanti akan kita fasilitasi," imbuhnya.

Untuk cepat meramaikan lokasi baru, Bupati juga menghimbau untuk event maupun acara - acara yang sifatnya hiburan untuk dilaksanakan di tempat tersebut, sehingga menarik konsumen dan pembeli yang datang.
"Sekali lagi saya tegaskan, sudah jauh hari saya menyiapkan relokasi PKL ini, segala hal yang bersangkutan dengan jualan sudah kami antisipasi. Semua ini kami kerjakan, agar masyarakat dapat menikmatinya dan bukan untuk dinikmati Bupati maupun perorangan," ujar Haryanto.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan 2,4 miliar sebagai bentuk perhatian kepada para PKL untuk relokasi ini. "Semaksimal mungkin kami selalu berusaha agar roda perekonomian para PKL selalu berjalan", pungkasnya.
          (Hums / LK Pati)

Related Post

.