Saturday, August 17, 2019

Warnai HUT RI Warga RT 5/1 Sidokerto Gelar Jalan Santai

Warnai HUT RI Warga RT 5/1 Sidokerto Gelar Jalan Santai


Sentralpatinews
Pati - Antusias ratusan warga RT 5/1 Sidokerto Pati dari anak anak hingga dewasa nampak pada acara jalan santai dalam rangka peringatan HUT RI ke 74, pada Minggu (18/8). Kegiatan yang digagas oleh para pemuda serta dukungan dari setiap kepala keluarga RT 5 dengan iuran secara sukarela, sudah barang tentu dengan tujuan mensukseskan acara tersebut.

Dengan start dan finish lapangan voli RT 5/1, serta mengambil rute sebelah timur desa Sidokerto yang berbatasan dengan desa Kutoharjo, menuju ke utara jalan area persawahan serta pinggiran sungai, dan kembali ke perkampungan sampai kembali lagi menuju finish. Dengan jarak tempuh lebih kurang 3 km serta memakan waktu kira kira 1 jam semakin menambah semangat para peserta.

Dikesempatan yang sama panitia menyediakan ratusan kupon, serta membagikan satu lembar kupon kepada setiap peserta guna memperebutkan hadiah utama dan puluhan dorprize. Untuk memperebutkan hadiah, pihak panitia menggunakan sistem undian.

"RT 5 sudah menggelar kali 3 ini berturut turut acara jalan santai dalam HUT RI, kemarin malam juga menggelar malam tirakatan atau malam 17an. Semoga kegiatan seperti ini lebih meriah di tahun depan, karena acara seperti ini bertujuan menambah kerukunan, kekompakan serta mempererat tali silahturahmi warga", ujar Joko ketua RT setempat.

Usai pelaksanaan jalan santai pihak panitia melanjutkan rangkaian acara dengan perlombaan perlombaan untuk anak anak maupun dewasa, yang semakin menambah semarak acara peringatan HUT RI.
(imp/dok:hbs)

Tuesday, August 6, 2019

Jelang Puncak Hari Jadi Pati, Bupati Ziarah Di Makam Bupati Pertama Kabupaten Pati


Jelang Puncak Hari Jadi Pati, Bupati Ziarah Di Makam Bupati Pertama Kabupaten Pati


Sentralpatinews
Pati-Ziarah ke makam Adipati Tombronegoro merupakan salah satu rangkaian agenda Hari Jadi Kabupaten Pati.
Bupati Pati setiap menjelang hari jadi Pati selalu berziarah sebagai bentuk penghormatan kepada yang telah membawa Pati dari Kadipaten Pesantenan menjadi Kadipaten Pati atau Iebih dikenal dengan nama Kabupaten Pati.

Adipati Tombronegoro sendiri merupakan Bupati pertama di Kabupaten Pati.
Makam Adipati Tombronegoro terletak di Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati.
"Tidak seperti biasanya ritual ziarah kali ini dilaksanakan petang hari. Karena ritual ziarah merupakan bagian peringatan hari jadi Kabupaten Pati ke-696 sedangkan besok pagi ada kirab dan boyongan dari Kemiri menuju Pendopo Kabupaten dan waktu yang tersisa sempit maka malam ini sebelum sidang istimewa dimanfaatkan untuk ziaroh ke makam Raden Adipati Tombronegoro", jelas Bupati Pati Haryanto.

Hal ini menurutnya dilakukan bukan karena ada persoalan, sebab ziarah boleh dilakukan siang maupun malam hari.
"Yang terpenting adalah makna ziarah yang merupakan rasa hormat kepada leluhur. Karena sudah berjasa, dalam proses perpindahan pendopo yang dulunya berada di Kemiri dan sekarang berada di Kaborongan", terang Bupati.

Sesuai Perda, setiap lima tahun, Pemkab  melaksanakan peringatan boyongan ini. "Ketika ada kekurangan kita sempurnakan, tidak hanya sekedar boyongan. Tradisi ini juga kita selenggarakan untuk berikan hiburan kepada masyarakat," ungkapnya.

Pihaknya juga mendatangkan kesenian baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Tujuannya untuk menciptakan kolaborasi, serta untuk menyatukan masyarakat Pati maupun Indonesia.
"Memang, jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Tetapi tidak menghilangkan ketentuan yang sudah ada," tegasnya.

Hal ini, lanjut Bupati, juga bertujuan untuk memberikan wawasan. "Yang nantinya ketika kami sudah purna, bisa diteruskan oleh pemimpin yang akan datang. Ketika hal itu baik silahkan dipakai, tapi kalau memang ada perubahan silahkan diputuskan berdasarkan musyawarah mufakat", harapnya.

Dalam kegiatan ziarah itu, Haryanto juga menyampaikan kesan-kesannya terkait hari jadi Kabupaten Pati tahun ini.
"Intinya ada kemajuan seperti misalnya turunnya angka kemiskinan, kemajuan di bidang perekonomian, lapangan pekerjaan, maupun infrastruktur. Kita wajib mensejahterakan masyarakat, sesuai dengan visi dan misi dipilih rakyat dan bekerja untuk rakyat. Dipilih untuk mensejahterakan masyarakat. Terkait bagaimana cara pengemasannya, tujuannya hanya satu yakni mensejahterakan masyarakat", pungkasnya. (imp/dok:hms)

Pemkab Pati Gelar Tasyakuran Untuk Prosesi HJP Ke 696


Pemkab Pati Gelar Tasyakuran Untuk Prosesi HJP Ke 696


Sentralpatinews
Pati-Memasuki Hari Jadi Kabupaten Pati ke 696, juga dalam rangka menyambut HUT ke 74  Kemerdekaan RI digelar tasyakuran yang bertempat di Pendopo Desa Sarirejo Kemiri, Selasa (6/8). Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Forkopimda, OPD, Camat, Kades Sarirejo, tokoh masyarakat serta tokoh agama desa setempat.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud rasa syukur terhadap usia Kabupaten Pati yang hampir 7 abad ini.

"Besok pagi kita telah berusia 696 tahun. Mungkin ada juga pemikiran yang lain terkait usia tersebut. Namun bagaimanapun juga, telah kita ikuti acara ritual peringatan hari jadi tiap lima tahun sekali. Yang mana dilanjut juga dengan acara kirab boyongan", ujarnya.

Haryanto menegaskan bahwa tasyakuran ini merupakan acara yang biasa dilaksanakan sebelum memperingati HUT Pati. Selain itu, di usia yang sekarang, pihaknya berdoa agar semua hal maupun amanah yang saat ini dipikul bersama dengan jajarannya, mendapat kelancaran maupun kemudahan.

"Semoga selalu diberikan berkah barokah oleh Allah SWT. Mari kita memohon keselamatan dan semoga selalu mendapat bimbingan. Bagi OPD, juga memohon agar segala amanah dan tanggung jawab, dapat memenuhi masyarakat", harapnya.

Ia meyakini, kalaupun memiliki angan - angan untuk melayani masyarakat, selalu mendapat keterbatasan. Terbatas usia, tenaga, pikiran maupun juga dalam hal anggaran.

"Seperti dalam tema Peringatan Hari Jadi Pati,  yaitu Nyawiji Mbangun Pati Kang Mukti. Usia 696 memang perjalanan yang sangat panjang. Sejarah bisa ditarik dari segala sisi. Ada yang bilang kurang dari 696, ada yang bilang lebih. Itu merupakan hal yang biasa, jangan dijadikan permasalahan", paparnya.

Ia kembali menegaskan, seperti ia dan Forkopimda, serta para OPD, agar selalu bisa untuk menguri - uri budaya maupun tradisi yang ada. "Kami mohon doanya, mulai dari punggawa dan seterusnya, agar kirab boyongan dari Pendopo Kemiri menuju Pendopo Kabupaten Pati, terlaksana dengan lancar dan tanpa halangan suatu apapun", pungkasnya.
(imp/dok:hms)

Monday, August 5, 2019

Miliki Ragam Budaya Kunci Persatuan Bangsa

Miliki Ragam Budaya Kunci Persatuan Bangsa


Sentralpatinews
Pati-Bupati Pati Haryanto hari ini menjadi narasumber Seminar Nasional bertema "Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Pati Berkontribusi Memperkuat Persatuan Indonesia" di Pendopo Kabupaten Pati.

Dalam paparannya Bupati menyinggung soal Kabupaten Pati yang memiliki 401 desa dan 5 kelurahan dengan aneka ragam budaya.

"Sekian ribu budaya di Indonesia itu bahkan jadi salah satu faktor penyebab sulitnya mematahkan persatuan di negara kita. Berbeda - beda tetapi kita saling menghormati. Justru yang mengkhawatirkan adalah apabila budaya kita diaku - akui oleh negara lain", ujarnya.

Bupati merasa iba manakala warisan seni dan budaya tidak benar - benar dicintai dan dikembangkan oleh generasi penerus, namun justru diadopsi oleh bangsa lain.

"Apabila masyarakat tidak benar - benar menjaga dan mempertahankan budaya sendiri,  bahkan lebih tertarik budaya lain, maka bukan hal yang mustahil jika budaya di Indonesia semakin menghilang", lanjutnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti di seminar ini saja. Namun para pemerhati maupun para pelaku budaya diharapkan dapat terus mengembangkannya.

Tak hanya itu, Bupati meyakini bahwa dengan ditempatkannya acara seminar nasional di Pendopo, akan dapat menambah semangat para pelaku dan pegiat seni di Kabupaten Pati.

Acara yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati ini dihadiri oleh guru seni dan budaya, seniman serta unsur - unsur terkait dengan total peserta 100 orang.

Kepala Disdikbud Pati, Winarto mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini ialah untuk membangun dan mempererat rasa solidaritas antar umat beragama dan etnis dan juga untuk meningkatkan kelestarian budaya, adat istiadat dan nilai - nilai budaya.

Demi mengedepankan kualitas acara seminar nasional, Winarto menyebut telah berusaha menghadirkan narasumber dari unsur praktisi maupun akademisi. Yaitu, Bupati Pati Haryanto, Direktur Warisan Budaya dan Diplomasi dari Dirjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayan RI, Dosen Unnes, Dosen ISI Surakarta serta Gabungan Asosiasi Antropologi Indonesia.

"Semoga dengan digelarnya seminar nasional ini, bisa memberikan ilmu, bisa memberikan bekal kepada kita, bagaimana kita sebagai masyarakat Pati mampu melihat bahwa budaya di Kabupaten Pati itu penting. Bahwa budaya yang dibawa oleh para leluhur kita itu adalah mulia", imbuhnya.
(imp/dok:hms)

Monday, July 29, 2019

Safin Tutup Kejuaraan Tenis Bupati Cup

Safin Tutup Kejuaraan Tenis Bupati Cup


Sentralpatinews
Pati - Saiful Arifin (Safin) Wakil Bupati, Minggu (28/7/19), menutup Kejuaraan Tenis Bupati Cup XVII di lapangan tenis eks Rumdin Bakorwil. Hadir pada acara tersebut Bupati Pati, Danramil Pati kota, para pengurus Pelti, dan para pengusaha penggiat olah raga tenis.

Event yang  berlangsung selama tiga hari ini diikuti peserta putra dan putri dari wilayah eks-Karesidenan Pati dan sekitarnya dengan mempertandingkan kejuaraan kelompok umur KU 10, KU 12, KU 14 dan KU 16 serta kelompok prestasi usia di atas 40 tahun.

Kejuaraan yang menggunakan sistem pertandingan game 8 dengan tie break ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp 26 juta, uang pembinaan, piagam serta piala.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasinya karena kejuaraan semacam ini mengajarkan tentang kedisiplinan hidup, sportivitas, taat aturan, pantang menyerah, berjiwa kompetitif, bahkan semangat bekerja sama.

"Mari kita bersama-sama untuk menumbuhkan kecintaan pada olah raga. Dengan membangun dunia olahraga kita harapkan Kabupaten Pati dan warga masyarakatnya bisa menerapkan mental sportif dan juara dalam kehidupan sehari-hari", imbuhnya.

Selain itu Wabup berharap kejuaraan tenis ini akan menumbuhkan bibit-bibit muda lokal dengan prestasi yang baik. Setelah menutup kejuaraan Bupati Cup, Safin berkesempatan menyerahkan piala dan hadiah kepada juara ganda KU 90.
(imp/dok:hms)

Sunday, July 28, 2019

Prakarsai Gerakan Bebas BAB Sembarangan Bupati Berikan Apresiasi Desa Jontro


Prakarsai Gerakan Bebas BAB Sembarangan Bupati Berikan Apresiasi Desa Jontro


Sentralpatinews
Pati - Minggu (28/7/19), desa Jontro kecamatan Wedarijakasa mendapatkan apresiasi yang sangat besar oleh Bupati Pati Haryanto. Sebagai pionir, desa Jontro telah memprakarsai deklarasi bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan, harapan Bupati nanti Kabupaten Pati bisa secara keseluruhan tuntas dalam program bebas buang air besar sembarangan. Tuntas mulai dari Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten.

"Saya menyambut baik kerja keras pak Kades Jontro hingga bisa mendeklarasikan desa bebas buang air besar sembarangan. Ini dapat menjadi contoh atau motivasi bagi desa lainnya yang belum melaksanakan ini", ujar Bupati, sesaat sesudah melaksanakan jalan santai dalam rangka bersih desa di desa setempat.

"Ini tidak hanya bentuk seremonial saja, karena lokasi-lokasi yang memungkinkan buang air besar sembarangan itu banyak. Seperti contoh banyaknya lahan tebu dan tempat-tempat yang terbuka, di mana memungkinkan untuk buang air besar sembarangan, padahal dengan membuang air besar sembarangan dampaknya sangat luar biasa",
ungkapnya.

Bupati menyadari, di tempat lain, buang air besar sembarangan seperti itu jarang menjadi perhatian. Ia berharap desa-desa lain yang belum bisa melaksanakan deklarasi ini, segera dapat meniru desa Jontro.

"Untuk mensukseskan program bebas buang air besar, bisa menggunakan dana desa. Yang mana dibuatkan regulasi, nantinya per RT itu diinventarisir yang belum ada septitank. Dana desa tidak semata-mata untuk kepentingan infrastruktur saja, tapi dapat digunakan untuk kepentingan kesehatan, pemberdayaan dan kepentingan pertanian. Sehingga dalam hal ini kebutuhan masyarakat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, oleh sebab itu ada yang namanya skala prioritas", jelasnya panjang lebar.

Sementara itu, Kepala Desa Jontro Rahmat Wahyudi dalam sambutannya menyatakan bahwa Desa jontro telah memiliki sarana sanitasi jamban dan sudah 100% tidak lagi buang air besar sembarangan.
Selain itu, lanjut Wahyudi, pihaknya siap mempertahankan status stop buang air besar sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Bilamana melanggar, kami siap menerima sanksi sosial yang telah disepakati oleh semua masyarakat desa. Kami siap meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal", lanjutnya.

Setelah memberikan sambutan, Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Desa Jontro dan instansi terkait melakukan penandatangan deklarasi desa bebas buang air besar.

(imp/dok:hms)

Bupati Hadiri Jalan Santai Dan Senam Waton Obah Desa Jontro


Bupati Hadiri Jalan Santai Dan Senam Waton Obah Desa Jontro


Sentralpatinews
Pati - Jalan santai dan senam waton obah yang diprakarsai Pemdes Jontro nampak diikuti Bupati Haryanto bersama jajaran Muspika Kecamatan Wedarijaksa serta Kades Jontro dan Karangtaruna. Acara yang digelar pada Minggu (28/7/19) merupakan rangkaian acara dalam rangka bersih desa (sedekah bumi) desa Jontro. Jalan santai dengan rute mengelilingi desa juga nampak diikuti ratusan masyarakat.

Menurut Bupati yang terpenting dalam sedekah bumi adalah ikut mendoakan, karena hampir di seluruh Kabupaten Pati saat ini menyelenggarakan sedekah bumi dan tujuannya tidak lain adalah sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT karena diberikan nikmat yang lebih.

"Alhamdulillah pada pagi hari ini kita dapat ikut menyemarakkan sedekah bumi atau bersih desa Jontro kecamatan Wedarijaksa, tujuannya adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, kesehatan dan kelimpahan rizki di tahun yang akan datang. Insya Allah mudah-mudahan nanti rezekinya lebih melimpah dibandingkan dengan tahun sebelumnya", terang Bupati.

Sehingga, lanjut Haryanto, pihaknya  ikut mendoakan agar warga desa Jontro senantiasa sehat, selamat, panjang umur dan rezekinya bertambah baik yang pegawai, pengusaha, petani dan lain-lain.

Disela acara Kades Jontro Rahmat Wahyudi kepada awak media menambahkan,
"Kegiatan jalan santai dan senam waton obah merupakan rangkaian acara bersih desa, sehingga moment seperti ini dapat menyambung tali silaturahmi dan persaudaraan. Saya juga berharap masyarakat desa Jontro guyub rukun, bersatu padu bersama sama membangun desa, sehingga kedepan desa Jontro menjadi desa yang lebih maju dan berdikari", ujarnya.

(imp/dok:hms)

Saturday, July 27, 2019

Seremoni Peletakan Batu Pertama, Bupati Harapkan Hal Ini Kepada Kades

Seremoni Peletakan Batu Pertama, Bupati Harapkan Hal Ini Kepada Kades


Sentralpatinews.vom
Pati-Sekalipun berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, setiap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan yang ada di Pati selalu mendapat sambutan positif dari Bupati Pati Haryanto.

Sebab, menurutnya, lembaga pendidikan agama merupakan aset berharga untuk meningkatkan mutu SDM. Lembaga pendidikan di bawah Kemenag ia anggap sebagai bagian dari aset Pemda yang harus selalu didukung.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri seremoni peletakan batu pertama Asrama Siswa MTsN 1 Pati, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Sabtu (27/7/2019).

"Saya tentu menyambut baik, sebab, Sarpras merupakan penunjang proses belajar-mengajar siswa dan guru, bahkan bisa menambah semangat dan motivasi," papar Haryanto.

Menurut Haryanto, jika hanya mengandalkan banyaknya jumlah siswa, tanpa adanya Sarpras yang memadai, proses pendidikan tidak akan belangsung maksimal.

Namun, lanjut Bupati, jika Sarpras baik, namun kualitas pengajaran kurang baik, masalah juga akan timbul. Karena itu, menurutnya semua unsur itu harus berimbang.

Terkait pembangunan asrama siswa di MTsN 1 Pati, Haryanto berpesan pada Kepala Desa (Kades) Pekalongan untuk membantu proses pembebasan lahan yang statusnya masih menjadi kepemilikan desa.

"Saya minta pada Kades, untuk segera diselesaikan. Karena ini untuk kepentingan umum. Kalau masih menempati tanah desa, dibantu selesaikan. Tentu ada kompensasi atau ganti rugi lahan, tapi yang penting dibantu dulu, nanti saya kawal. Agar pembangunan asrama ini cepat selesai dan tidak meninggalkan persoalan," ujarnya.

Haryanto meyakini, kualitas lembaga pendidikan agama bisa bersaing dengan lembaga pendidikan umum. Lebih-lebih dengan adanya sokongan pembangunan dari Kemenag, sekolah keagamaan akan semakin baik.

"Sekarang ini, perguruan tinggi favorit banyak yang diisi lulusan MA. Artinya, lembaga pendidikan agama Islam juga punya daya saing tinggi asal dikelola dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sana, Kepala Kantor Kemenag Pati Imron menjelaskan, bahwa anggaran pembangunan Asrama MTsN 1 Pati berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2019 yang dikelola Kemenag RI.

"Semoga pembangunan asrama ini bisa menambah ghirah (semangat juang-red) kita untuk mengabdi melalui dunia pendidikan," harapnya.
(Imp/dok:hms)

Thursday, July 25, 2019

BLK Pati Dapatkan Bantuan Peralatan Dari Kementrian Tenaga Kerja RI

BLK Pati Dapatkan Bantuan Peralatan Dari Kementrian Tenaga Kerja RI


Sentralpatinews.com
Pati - Bupati Pati Haryanto mengucapkan terima kasihnya atas bantuan dalam bentuk peralatan demi menunjang kebutuhan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Pati oleh Kementrian Tenaga Kerja RI.

Hal tersebut disampaikan Bupati Haryanto saat menghadiri pembukaan Job Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pati, Rabu (24/7).

“Ke depan, kita ini juga membutuhkan laboratorium bahasa. Sebab, permasalahan para pencari kerja apabila ingin kerja di luar negeri ialah terkait bahasa”, ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati, apabila tenaga kerja asing masuk ke sini tidak ada persyaratan seperti itu. Namun, jika para pencari kerja ingin ke luar negeri, ada persyaratan mampu berbicara dengan bahasa asing.

“Oleh karena itu, selain adanya bantuan – bantuan penunjang guna membina para pencari kerja, apabila ada kelebihan program – program dari pusat, kami harap dapat dialihkan ke kami”, harapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa jika masyarakat hanya mengandalkan ingin menjadi PNS saja, itu sulit. Sebab semuanya diatur dalam aturan maupun mekanisme yang ada.

“Kita harus dapat berwirausaha. Kita harus dapat bekerja minimal di perusahaan, itu tidak masalah. Lha nanti apabila di dalam perjalanan sudah mempunyai modal dan keinginan membuka usaha, ya silahkan membuka usaha”, tegasnya.

Haryanto mengatakan, banyak dari para TKI / TKW yang kerja, kemudian pulang ke Pati sudah mampu membuka usaha sendiri, mempunyai peternakan dan lain – lain.

“Sudah kita sampaikan ke desa – desa, masyarakat apabila butuh pelatihan dapat kita fasilitasi. Hal ini dalam rangka mengentaskan pengangguran, sebab kalau punya kemampuan ditambah pelatihan dan mendapat sertifikat, itu pasti bisa masuk perusaahan” tutupnya.
(Imp/dok:hms)

Sunday, July 14, 2019

Aksi Ninja Versus Tentara Romawi Warnai Karnaval Sedekah Bumi Desa Wedusan

Aksi Ninja Versus Tentara Romawi Warnai Karnaval Sedekah Bumi Desa Wedusan

Aksi treatikal para pemuda berkostum ninja dan
barisan tentara romawi warnai karnaval sedekah bumi desa Wedusan

Sentralpatinews.com
Pati - Minggu kliwon bulan apit (kalender jawa) menjadi hari istimewa bagi masyarakat desa Wedusan kecamatan Dukuhseti, karena dalam acara tersebut prosesi adat tradisi sedekah bumi digelar. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengingat dan mendoakan para arwah leluhur yang menjadi cikal bakal atau nenek moyang masyarakat desa Wedusan.

"Pernah dilakukan selain hari minggu kliwon, tetapi pesertanya sedikit setelah dialihkan lagi menjadi minggu kliwon pesertanya banyak" ungkap Suparmanto kades Wedusan saat ditemui rekan media.

"Seperti tahun tahun sebelumnya kegiatan pertunjukan juga digelar tetapi untuk tahun ini gelaran sedekah bumi lebih meriah dikarenakan pihak pemdes menyuguhkan banyak sekali pertunjukan mulai dari hiburan rakyat, tournamen bola voli, karnaval, arak arakan dan pawai keliling desa yang meliputi 13 perdukuhan, serta kegiatan keagamaan Tahtimul Qur'an, karena banyaknya pertunjukan hingga memakan waktu 11 hari. Tujuan dari sedekah bumi ini guna melestarikan budaya leluhur atau nguri uri budaya jawa, serta wujud syukur kepada sang Pencipta" terang kades yang menjabat 3 kali periode berselang.

Puncak acara pada hari jatuh minggu (14/7) yaitu karnaval keliling desa dan pagelaran wayang kulit, untuk karnaval sendiri diikuti dari setiap dukuh dengan menampilkan berbagai aksi treatikal dan kesenian.

Yang unik menjadi sorotan di mata masyarakat adalah belasan pemuda dengan kostum Ninja diwarnai aksinya dan barisan Tentara Romawi.

Di akhir keteranganya Suparmanto juga menambahkan agar masyarakat desa Wedusan khususnya agar lebih mempertebal iman dan taqwa mereka supaya diberikan keselamatan, kesehatan, dan dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT. (Imp/999)

Monday, July 8, 2019

Miliki Tiga Jersey Baru, Ternyata Inilah Filosofi Dibalik Seragam PERSIPA


Miliki Tiga Jersey Baru, Ternyata Inilah Filosofi Dibalik Seragam PERSIPA


Sentralpatinews
Pati - Siap berlaga di Liga 3 Regional Jawa Tengah, Persipa Pati mengawalinya dengan peluncuran jersey dan pengenalan tim pada Senin (8/7) di Stadion Joyokusumo.
Wakil Bupati Saiful Arifin yang juga Ketua Umum Persipa menyampaikan tim dengan seragam barunya, telah bersiap untuk menghadapi pertandingan perdana musim ini yakni 14 Juli mendatang. Persipa Pati akan berhadapan dengan Persip Pekalongan.

Safin mengungkapkan, di usianya yang mencapai 68 tahun, sudah saatnya tunjukkan bahwa Persipa bisa. Ia menyebutkan, sudah saatnya naik kasta, dengan pemilihan pemain yang baik, supporter yang baik, sponsor, dan manajemen yang semuanya sudah baik.

"Jadi masyarakat Pati juga harus mendukung tim ini agar lebih maksimal dalam berlaga," ungkap pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.

Safin meyakini keberadaan manajemen profesional dan dukungan pendanaan dari berbagai pihak dapat membawa "spirit" baru untuk persepakbolaan lokal. Dalam perjuangan mengarungi kompetisi Liga 3 Jateng 2019 kedepan, Persipa Pati akan disupport oleh beberapa Instansi, BUMN & Perusahaan Swasta ternama diantaranya yaitu :
1. Pemerintah Kabupaten Pati
2. The Safin Hotel Pati
3. Garuda
4. Nine Apparel
5. PT Era Bahari Jaya
6. Bank Jateng
7. Pegadaian
8. Dua Kelinci
9. New Star Cineplex
10. BNI 46
11. PD BPR Bank Daerah Pati
12. PT Kebon Agung | PG Trangkil
13. RSUD RAA Soewondo Pati

Saiful Arifin mendukung penuh target Persipa yang akan berlaga di Liga 3 dengan adanya jersey dan tim baru menjadi harapan agar sepak bola Kabupaten Pati semakin maju.
Dalam kesempatan itu publik sepakbola Pati juga dikenalkan dengan tiga jersey yang akan dikenakan penggawa Persipa dalam mengarungi pertandingan demi pertandingan musim ini.
Jersey kandang berwarna merah cerah. Jersey tandang berwarna hijau tosca. Adapun Jersey ketiga berwarna hitam-emas.

"Kami juga memasukkan simbol ikan bandeng dan laut di jersey home yang berwarna merah cerah. Ini demi mendukung branding Pati saat ini. Warna dasar merah dan cerah berarti berani dan penuh semangat. Untuk jersey away kami memakai hijau tosca yang melambangkan kestabilan. Ada unsur motif sisik bandeng dalam jersey ini. Adapun pada jersey ketiga kami memakai warna black-gold yang mengesankan modern," tandas Safin.
(Imp/dok:hms)

Tuesday, June 18, 2019

Hadiri Halal Bihalal PGRI, Bupati Haryanto Harapkan Hal Ini

Hadiri Halal Bihalal PGRI, Bupati Haryanto Harapkan Hal Ini


Sentralpatinews
Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri Halal Bihalal Keluarga Korwilcam dan PGRI Kecamatan Juwana di SMPN 1 Juwana, Selasa (18/6).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Camat Juwana, Koramil dan Polsek Juwana.

Bupati Pati Haryanto mengatakan tujuan halal bihalal adalah untuk saling memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain.

"Mudah-mudahan tali silaturahmi dan tali persaudaraan di antara kita akan lebih bertambah erat dan kuat, semoga kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan menguatkan soliditas antar seluruh anggota PGRI di Kabupaten Pati", tutur Bupati.

Dalam rangka membentuk karakter anak yang baik, pada halal bihalal tersebut, mengingatkan para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya, baik dalam penguasaan pengetahuan maupun metodologi pembelajaran sehingga anak didik akan merasa nyaman di sekolah.

Haryanto menegaskan, guru merupakan sebuah profesi yang sangat terhormat, sebab separuh waktu dari hidup manusia banyak dihabiskan untuk mendapatkan ilmu dari para guru.

"Guru adalah insan atau orang tua yang sangat kita hormati, karena separuh dari hidup kita selalu bersama bapak dan ibu guru. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, saya harap para guru juga makin mahir memanfaatkannya untuk kepentingan proses belajar mengajar" ujar Bupati.

Akhir sambutannya Bupati Pati sangat mengharapkan kepada PGRI agar mampu menjadi sebuah organisasi yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan guru-guru khususnya di kabupaten Pati.
(Imp/SPN)
(Dok:hms)

Tuesday, June 11, 2019

Bupati Haryanto Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar BKPP Kab Pati

Bupati Haryanto Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar BKPP Kab Pati


Sentralpatnews
Pati - Dalam nuansa lebaran yang penuh diwarnai rasa riang dan keharmonisan  merupakan agenda rutinitas  tahunan yang kali ini di bulan syawal 1440 H Keluarga Besar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP) Kab Pati laksanakan Halal Bihalal untuk menyambung tali silaturohmi serta bermaafan demi kerukunan antara satu dengan yang lainya.
Dalam acara tersebut Hadir Bupati Pati H. Haryanto, selain itu
acara ini diikuti oleh Kepala BKPP beserta staf serta para alumni BKPP (pensiunan BKPP).

Salah satu ungkapan yang disampaikan Bupati Haryanto,
"Meskipun kita sudah bertemu halal bihalal di rumah tetapi kurang afdol kalau belum melaksanakan halal bihalal keluarga besar. Makna dan tujuan setiap tahun kita melaksanakannya adalah agar kita selalu rukun antara satu dengan yang lainnya serta untuk menyambung tali silahturahmi", tutur Bupati.

Haryanto berharap BKPP tidak hanya melayani masyarakat tetapi juga melayani para pegawai yang memiliki karakter yang beragam. "Misalnya  dalam menentukan penempatan juga sering terjadi dilema karena berbagai hal, sebab dalam penempatan pegawai  harus disesuaikan dengan kebutuhan instansi terkait. Adalah hal wajar bila ada yang senang dan tidak senang. Inginnya kita bisa menyenangkan semuanya tetapi itu justru menjadi tidak adil, karena yg adil adalah menempatkan sesorang sesuai kemampuan dan kapasitas di bidangnya masing-masing", terangnya.

Kuncinya, menurut Bupati, adalah kebersamaan. "Selesaikan pekerjaan dengan cepat dan benar, misal ada kenaikan pangkat atau perpindahan harus dilakukan dengan cepat dan benar", imbuhnya.

Sesibuk apapun, Bupati mengaku akan selalu menyempatkan untuk meneken surat-surat. "Apalagi yang menyangkut kenaikan pangkat misalnya. Tidak ada surat yg menumpuk,  apalagi surat yang tidak turun, itu tidak pernah ada. Itu semua saya lakukan dan pelajari serta ditempa sejak saya di BKD saat itu", terang Bupati yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pati ini.

Haryanto pun mengaku, awalnya ia tidak memahami tentang kepegawaian dan pada akhirnya menjadi paham  dan terasa manfaatnya  setelah menjadi pimpinan daerah.

"Saya bersyukur jadi pejabat politik yang memahami kepegawaian, sehingga tak hanya mengandalkan laporan-laporan bawahan saja. Karena saya sedikit banyak memahami dibanding dengan Bupati daerah lain. Kami selalu sesuai jalur dan mekanisme Kepegawaian terutama dalam melakukan perekrutan atau pembentukan formasi harus sesuai alur  jangan sampai ada penempatan formasi yang tidak sesuai  mekanisme", terang Bupati panjang lebar.

Ia pun bersyukur diberi karunia untuk memimpin Pati hingga masuk periode kedua.

"Sudah hampir dua tahun dan untuk sisa waktu kurang lebih tiga tahun  dua bulan setengah ini akan saya manfaatkan untuk menata Pati yang lebih baik. Menata birokrasinya, infrastruktur dan sumber daya manusianya.
Alhamdulillah untuk sisi infrstruktur kita sudah tidak kalah dengan derah lain, ini semata mata bukan hanya keberhasilan saya tetapi keberhasilan kita bersama", pungkasnya.
               (Luky SPn)

Apel Pasca Cuti Bersama, Bupati Singgung Perolehan Opini WTP

Apel Pasca Cuti Bersama, Bupati Singgung Perolehan Opini WTP 

Sentralpatinews
Senin (10/6) Bupati Pati Haryanto memimpin apel pagi pasca libur cuti bersama Idul Fitri di halaman Setda Kabupaten Pati. Apel pagi diikuti oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, dan DPMPTSP. Mulai dari Wakil Bupati,
Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Sekretaris Dewan serta Kepala DPMPTSP dan para Kabag di lingkungan Setda Pati turut mengikuti jalannya apel pagi yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB.

Usai menerima laporan kehadiran peserta apel, Bupati Pati menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir mengikuti apel dan masuk kerja sesuai ketentuan. Bupati menyayangkan bila masih ada ASN yang izin tanpa keterangan di hari pertama pasca libur panjang.
"Sehingga jangan berlarut-larut dalam cuti lebaran karena sudah dikasih waktu untuk cuti lebaran yang panjang dan menurut saya sudah cukup lama dan sudah cukup untuk silaturahmi," tegasnya.

Di kesempatan itu, Bupati Pati juga menyinggung tentang keberhasilan Kabupaten Pati dalam mempertahankan opini WTP hasil pemeriksaan BPK dari laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018. Bupati juga menegaskan bahwa opini WTP yang diraih untuk ke empat kalinya ini, benar-benar diperoleh karena kemampuan pengelolaan keuangan dan aset yang baik, serta bukan hadiah dari BPK.
"Jadi semua adalah mengacu kepada mekanisme sehingga kita menjadi rujukan di beberapa daerah, karena keberhasilan kita mempertahankan opini WTP," ujarnya.

Bupati berpesan agar seluruh aparatur di jajarannya senantiasa menjadi teladan yang baik bagi lingkungan. Mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Sehingga, upaya peningkatan kesejahteraan yang diberikan pemerintah pusat sebanding dengan pencapaian pelayanan publik yang dihasilkan.
"Setiap pegawai negeri harus menjadi contoh di lingkungannya masing-masing untuk menyongsong berbagai perubahan tersebut," tandas Bupati.

Usai memimpin apel, Bupati Pati bersama Wakil Bupati, berkesempatan melakukan tradisi salam- salaman dengan para aparatur di lingkungan Setda, Setwan dan DPMPTSP, dilanjutkan dengan menghadiri halal bihalal dengan Gubernur Jawa Tengah bersama para Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Pati. 
            (Hums / Luky SPn) 

Moment Halal Bihalal, Bupati Pati Tekankan Hal Ini Kepada BKPP

Moment Halal Bihalal, Bupati Pati Tekankan Hal Ini Kepada BKPP


Sentralpatinews
Pati - Moment Halal Bihalal yang digelar jajaran keluarga besar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati, merupakan acara rutinitas tahunan dengan tujuan menjaga kerukunan antara satu dengan yang lainnya, serta untuk menyambung tali silahturahmi antara pegawai BKPP baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Sebagai pembina Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kabupaten Pati sudah barang tentu Bupati Pati Haryanto hadir dalam acara tersebut.

Disela sela acara Bupati menekankan, BKPP tidak hanya melayani masyarakat tetapi juga melayani para pegawai yang memiliki karakter yang beragam. Dalam menentukan penempatan juga sering terjadi dilema karena berbagai hal, sebab dalam penempatan pegawai  harus disesuaikan dengan kebutuhan instansi terkait. Adalah hal wajar bila ada yang senang dan tidak senang. Karena yang terbaik adalah menempatkan seseorang sesuai kemampuan dan kapasitas di bidangnya masing-masing.

Ia pun berharap agar menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan benar, misal ada kenaikan pangkat atau perpindahan harus dilakukan dengan cepat dan benar.

"Saya bersyukur jadi pejabat politik yang memahami kepegawaian, sehingga tak hanya mengandalkan laporan-laporan bawahan saja. Karena saya sedikit banyak memahami dibanding dengan Bupati daerah lain. Kami selalu sesuai jalur dan mekanisme kepegawaian terutama dalam melakukan perekrutan atau pembentukan formasi harus sesuai alur jangan sampai ada penempatan formasi yang tidak sesuai  mekanisme", terang Bupati yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pati. (Imp/009)

(Dok:hms)

Related Post

.